KENDARI-INGKRAMEDIA. COM. ||. Muhammad Iswandi Effendy mahasiswa Fakultas Teknik dan mantan calon presiden mahasiswa Universitas Halu Oleo 2024. Melakukan Demonstrasi di Ombudsman Sultra, terkait dugaan tindakan amoral yang dilakukan Calon Rektor UHO, Senin (26/5/2025).
Gerakan yang di bangun oleh beberapa aliansi mahasiswa Universitas Halu Oleo di Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tenggara. Dimana mereka mempertanyakan bagaimana kelanjutan dari proses laporan yang di laporkan tentang permasalahan salah satu figur calon rektor yang berinisial (ARM).
“Terkait laporan tersebut hari ini kami akan verifikasi formil, sebab laporanya baru masuk pekan lalu, kami sudah menghubungi pelapor, untuk melengkapi syarat formil dan hadirnya juga kami di Ombudsman RI perwakilan Sulawesi tenggara pada hari ini membawa tuntutan tentang calon rektor yang bersikap amoral”pungkasnya.
Lebih lanjut hasil dari diskusi yang disampaikan Ombudsman akan melakukan komunikasi lanjutan di alamat pelapor, jika syarat formil sudah terpenuhi, baru akan dilanjutkan ke tahap berikutnya, yakni tahap verifikasi materi akan tetapi jika selama 14 hari pihak pelapor tidak melengkapi berkas syarat formilnya berdasarkan aturan Ombudsman maka laporan dianggap dicabut.
Iswandi Effendy menegaskan terkait permasalahan ini awal mulanya hadir dari salah satu calon figur rektor yang di ketahui usungan dari rektor petahana hari ini yaitu inisial (ARM) yang di isukan mempunyai skandal perselingkuhan itu berdasarkan video viral yang tengah menjadi perbincangan publik Sulawesi Tenggara.
“Permasalahan ini bisa di tonton dari salah satu unggahan tiktok @tiesaranani yang mengatakan bahwa calon rektor tersebut memiliki perempuan simpanan berinisial (R) hal ini jelas merusak integritas dan marwah UHO sebagai lembaga pendidikan terbesar dan terkemuka yang ada di Sulawesi Tenggara apalagi mengingat Universitas Halu Oleo adalah sentrum pendidikan yg ada di Sulawesi Tenggara” tuturnya.
Lebih lanjut selain hubungan yang tidak resmi tersebut isu lainnya adalah bahwa inisial (ARM), memiliki selingkuhan dengan salah satu dosen di Universitas D, dosen tersebut di ketahui berinisial (SS) yaitu salah satu staf pengajar di pulau Jawa.
Tidak lepas dari hal tersebut, merujuk pada persyaratan administrasi pendaftaran Bakal Calon Rektor UHO periode 2025-2029 yang terlampir pada poin 16 para Calon Rektor memiliki komitmen moral yang dinyatakan dalam bentuk surat pernyataan yaitu tidak pernah melakukan pelanggaran integritas akademik yang di isi dan di tanda tangani oleh Calon Rektor.
Daru sikap dan Tindakan ini jelas telah melanggar kode etik tersebut, seharusnya untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menjadi teladan banyak orang harus memberikan contoh yang baik terutama persoalan moral dan integritas namun hari ini salah satu figur calon rektor itu telah mempertontonkan dengan berbagai kebobrokan yang terstruktur itu di buktikan dengan lolosnya inisial (ARM), ini sebagai salah satu calon rektor yang telah terindikasi jelas-jelas telah mencederai nilai-nilai integritas yang ada di dunia pendidikan itu sendiri. *(Red)*






