BONE- INKRAHMEDIA.COM – Anggota Komisi IV DPR-RI,Andi Akmal Pasluddin, SP.MM, membuka secara resmi Bimbingan Teknis Perikanan Budi Daya Tahun 2024, di salah satu Hotel Kabupaten Bone, Rabu ( 31/1/2024 ).
Bimbingan teknis ini dihadiri Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar, Nur Mufhlish Juntanto, S.Pi, M.Si. Kepala Bidang Budidaya Air Payau Bone, A.Marewangen,S.Tp, M.Si, serta para kelompok nelayan, dan penyuluh perikanan
Andi Akmal Pasluddin dalam sambutannya mengatakan, Alhamdulillah sudah sepuluh Tahun tidak pindah di komisi IV, karena ingin masih tetap berkontribusi untuk kab Bone, dan juga masih ingin dapat dinikmati oleh Masyarakat.
” Saya selalu mengatakan bahwa di Bone ini, tidak perlu terlalu banyak program, cukup perbaiki pertanian, perbaiki Perikanan, dan Jalannya ini sebenarnya kuncirnya, ” ucap Andi Akmal.
” Jadi kalau ingin masyarakat sejahtera, peningkatan pendapatan Bone ini maju, ini tiga aspek yang harus di kerjakan, ” ungkapnya.

Masih Andi Akmal, Masyarakat Bone ini sekitar 80% adalah petani, perikanan dan kelautan, dan memang ini menjadi fokus kita untuk tumbuh kembang kan, olehnya itu mari tetap berterima kasih dan bersyukur.
Anggaran di Bone memang sangat tergantung dengan pusat yaitu 80% Dana pusat, dan sebenarnya kab Bone tahun lalu dapat dana alokasi khusus ( DAK ) perikanan 12.Miliar. dari asistensi saya sebagai anggota banggar.
” Cuma 12.Miliar kemarin, banyak yang kritik, banyak penerima yang tidak kenal, maunya itu penerima kenal siapa yang memberikan dana, jadi 12.M, kemarin itu saya cuma kenal hanya 5.biji kapal saja, padahal ini bantuan saya sebagai anggota DPR-RI, bahkan banyak yang klaim bahwa ini bantuan saya, ” kata Andi Akmal.
Kab Bone punya teluk yang luar biasa untuk penangkapan, cuma memang yang menjadi salah satu pokok masalah yaitu di teknologi penangkapan.
Alat tangkap yang diserahkan di Dinas itu luar biasa, tinggal bagaimana bersinergi kabupaten provinsi dan pusat, khusus untuk kabupaten, yang perlu diperkuat adalah komunikasinya dengan pusat.
Untuk kepala dinas, komunikasi sudah bagus, cuma ada juga kepala dinas, camat dan kepala desa takut ketemu dengan anggota DPR, padahal harusnya ketemu supaya banyak hal yang bisa di bantukan, jangan selalu bicara politik, karena semua orang itu sudah ada takdirnya.
Selanjutnya, terkait masalah perikanan dan kelautan dipusat adalah perhatian pemerintah dalam sektor perikanan dan kelautan masih kecil, karena anggaran cuma 7, triliun, bayangkan negara kita ini 2/3, laut, kalau dibandingkan dengan anggaran kementerian yang sampai 100. Triliun,
Bayangkan kapal pengawas milik Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDK) tidak bisa setiap hari melaut, karena BBMnya terbatas, harusnya juga Anggaran nelayan tangkap ini minimal 12.Triliun. sampai 15.Triliun, kalau kita lihat kebutuhan.
Kab Bone saja sepuluh kecamatan pesisir dari 60,an desa butuh semua, dan rata – rata saudara kita yang kerja disekitaran menengah ke bawah dengan penghasilan yang terbatas.
Selain dari itu berharap kedepannya bioflok ini, Secara ekonomis dapat menguntungkan dan juga bisa ditiru.
” Bioflok salahsatu teknologi budidaya ikan , melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan pemanfaatan mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai kecernaan pakan, ” tuturnya.
Reporter: BM.
Editor: Red.






